TATA CARA SHALAT DAN DO'ANYA
TATA CARA SHOLAT DAN DO'ANYA
A. Syarat Sah Shalat
Syarat Sah Shalat yaitu suatu syarat yang menyebabkan sahnya
shalat seseorang. Dalam hal ini, asal semua syaratnya terpenuhi, maka shalatnya
sah. Sedangkan masalah shalat kita diterima atau tidak itu urusan Allah. Sebab,
ada sebagian orang yang terlalu fanatik dan mempermasalahkan dengan syarat sah
shalat ini, sehingga yang terjadi pada dirinya adalah was-was tidak diterimanya
shalat.
Oleh sebab itu, asal syarat sah shalat dan rukun shalat
terpenuhi, maka shalatnya sah. Masalah shalat kita diterima atau tidak itu
urusan Allah saja. Berikut adalah syarat sah shalat :
1.
Beragama Islam
2.
Sudah Aqil Baligh
3.
Suci dari dua hadats (Hadats Besar
dan Hadats Kecil)
4.
Suci dari najis, baik itu badan,
pakaian dan tempat yang digunakan untuk sholat.
5.
Menutup aurat, (Aurat laki laki:
Pusar sampai dengan lutut, wanita: Seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan
telapak tangan)
6.
Telah masuk waktu sholat sesuai
dengan ketentuan waktu masing-masing.
7.
Menghadap kearah kiblat.
8.
Mengetahui mana yang rukun dan mana
yang sunnah shalat.
B. ringkasan rukun Sholat
Bacaan sholat ini ada yang bersifat sunnah dan ada yang
wajib yang akan kami bahas sedikit dibawah. Untuk urut-urutannya adalah sebagai
berikut:
·
Bacaan niat sholat wajib 5 waktu
·
Bacaan doa iftitah
·
Bacaan al fatihah
·
Bacaan surat dari Al-Qur’an
·
Bacaan ruku’
·
Bacaan i’tidal
·
Bacaan sujud
·
Bacaan duduk diantara dua sujud
·
Bacaan tasyahud awal
·
Bacaan tasyahud akhir
·
Salam
·
Bacaan doa qunut saat sholat shubuh
saja, kecuali dalam waktu-waktu tertentu do’a qunut dilakukan di shlat fardu
lain.
·
Dzikir setelah sholat
Untuk menyempurkan sholat lima waktu, alangkah baiknya dalam
melaksanakan sholat wajib juga dengan melaksanakan shalat sunnah rawatib.
C. BACAAN SHOLAT
1.
Niat Sholat
Niat Sholat adalah rukun shalat yang pertama, yaitu dengan
adanya niat tersebut dapat menjadikan sholat kita sah, dan dengan tidak adanya
niat sholat kita tidak akan sah.
a.
Niat Sholat
Subuh
أصلي فرض الصبح ركعتين مستقبل القبلة
أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli
Fardhos Subhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa.an
(Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa.
“Saya berniat sholat fardhu subuh dua rokaat menghadap
kiblat karena Allah Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah
Ta’ala”.
b.
Niat Sholat
Dhuhur
أصلي
فرض الظهر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli
Fardhodh Dhuhri Arba’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an
(Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa.
“Saya berniat sholat fardhu dhuhur empat rokaat menghadap
kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah
Ta’ala”.
c.
Niat Sholat
Ashar
أصلي
فرض العصر أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli
Fardhol Ashri Arba’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an
(Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa.
“Saya berniat sholat fardhu asar empat rokaat menghadap
kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah
Ta’ala”.
d.
Niat Sholat
Maghrib
أصلي فرض المغرب ثلاث ركعات مستقبل
القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli
Fardhol Maghribi Tsalasa Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an
(Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa.
“Saya berniat sholat fardhu maghrib tiga rokaat
menghadap kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena
Allah Ta’ala”.
e.
Niat Sholat
Isya
أصلي
فرض العشاء أربع ركعات مستقبل القبلة أداء/مأموما/إماما لله تعالى
Usholli
Fardhol ‘Isya.i Arba’a Roka’aatin Mustaqbilal Qiblati Adaa.an
(Sendiri)/Ma’muuman(menjadi ma’mum)/Imaaman (menjadi Imam) Lillaahi Ta’aalaa.
“Saya berniat sholat fardhu isya empat rokaat menghadap
kiblat karena Allat Ta’ala/Ma’mum karena Allah Ta’ala/Imam karena Allah
Ta’ala”.
2.
Doa Iftitah
Doa iftitah artinya doa pembuka. Bacaan dari doa iftitaf ini
tidak wajib dibaca karena hukumnya sunnah. Doa ini yang sering digunakan/dibaca
setelah Takbirotul Ihram sebelum Al-Fatihah. Bacaan adalah sebagai berikut :
Allaahu Akbaru kabirow wal hamdu lillaahi katsiiroo, wa
subhaanallaahi bukrotaw wa asiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros
samaawaati wal ardho haniifam muslimaw wa maa ana minal musyrikiin. Inna
shalaati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahi Rabbil ‘aalamiin. Laa
syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.
“Allah maha besar lagi sempurna kebesaran-NYA, segala puji
bagi-NYA dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku
kepada dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan lurus dan
menyerahkan diri. Dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya,
sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata hanya untuk Allah seru
sekalian alam. Tidak ada sekutu baginya, dan dengan itu aku diperintahkan untuk
tidak menyekutukannya. Dan aku adalah dari golongan orang-orang Muslim.”
3.
Membaca
Surat Al-Fatihah

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Alhamdulillaahi robbil
‘aalamiin. Arrohmaanirrohiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaakana’budu wa iyyaaka
nasta’iin. Ihdinasshiroothol Mustaqiim. Shirootolladziina an’amta ‘alaihim
ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladhdhooolliin. Aaamiin.
“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha
penyayang. Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam. Yang maha pengasih lagi
maha penyayang. Raja yang menguasai hari kemudian (hari kiamat). Hanya
kepada-MU lah kami menyembah dan hanya kepada-MU lah kami memohon pertolongan.
Tunjukkan lah kepada kami jalan yang lurus. Yaitu jalannya orang-orang yang
Engkau beri ni’mat, bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai, bukan pula
jalannya orang-orang yang sesat.” Aaamiin
Membaca surat Al-Fatihah ini wajib hukumnya, sebab surat
Al-Fatihah termasuk rukun shalat. Surat Al-Fatihah ini dimulai dari ayat
pertama yaitu Bismillaahirrohmaanirrohiim.
Apabila menjadi makmum dan kebetulan masbuq (makmum yan
telat), kemudian tidak sempat untuk menyelesaikan bacaan Al-Fatihahnya, maka
tidak mengapa walau hanya dengan membaca Basmalah. Dan bagi makmum, bacaan
Al-Fatihah ini dibaca setelah Imam menyelesaikan bacaan Al-Fatihahnya atau ketika
Imam membaca surat. Dalam artian makmum tidak mendahului bacaan Al-Fatihahnya
Imam.
4.
Membaca
Surat Dari Al-Qur’an
Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah, bacaan sholat
selanjutnya adalah membaca surat atau sebagian ayat dari Al-Qur’an. Membaca
surat atau sebagian ayat dari Al-Qur’an ini hanya dibaca pada rokaat
pertama dan kedua. Selanjutnya setelah rokaat satu dan dua cukup hanya membaca
surat Al-Fatihah saja. Dan hukum dari membaca surat sendiri adalah sunnah,
artinya tidak apa-apa jika tidak dibaca. Meskipun begitu, membaca surat atau
sebagian ayat dari Al-Qur’an ini sangat dianjurkan untuk tetap dibaca pada
rokaat pertama dan kedua.
5.
Ruku’
Setelah selesai membaca surat, selanjutnya adalah ruku’.
Perpindahan gerak dimulai dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga
sambil membaca Allaahu Akbar (Takbir). Kemudian membungkuk kan badan, kedua
tangan memegang lutut dan ditekan kan antara punggung dan kepala agar rata.
Setelah itu membaca: “سبحان ربي العظيم وبحمده” sebanyak 3 kali.
“Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih” sebanyak 3 kali.
Mahasuci Tuhan yang Maha Agung Serta Memujilah Aku Kepadanya.
“Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih” sebanyak 3 kali.
Mahasuci Tuhan yang Maha Agung Serta Memujilah Aku Kepadanya.
6.
I’tidal
Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat
kedua tangan sambil membaca سمع الله لمن حمده
(Sami’allaahu liman hamidah)
(Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya). Setelah berdiri tegak,
lalu membaca :
ربنا لك اللحمد ملء السموات وملء
الأرض وملء ما شئت من شيء بعد
“Robbanaa lakal hamdu mil us samaawaati wamil ul ardhi wamil
u maa syi’ta min syain ba’du.”
Ya Allaah Tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu.
Ya Allaah Tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu.
7.
Sujud
Setelah i’tidal, selanjutnya adalah sujud (tersungkur ke
bumi, tanpa mengangkat tangan). Disaat turun hendak bersujud itu membaca
takbir. Tata cara sujud yang benar yaitu dengan meletakkan dahi ke bumi,
telapak tangan, lutut, dan jari-jari kaki semuanya menempel di bumi/lantai.
Bacaan sholat ketika sujud adalah: سبحان ربي الأعلى وبحمده (Subhaana robbiyal a’laa wabihamdih).
“Mahasuci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya”.
“Mahasuci Tuhan yang Maha Tinggi serta memujilah aku kepadanya”.
8.
Duduk Di
antara Dua Sujud
Setelah sujud kemudian duduk sambil membaca takbir saat
perpindahan gerak. Kemudian membaca bacaan sholat doa berikut:
رب اغفررلي وارحمني واجبرني
وارفعني وارزقني واههدني وعافني واعف عني
“Robbighfirlii
warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii”
Ya Allaah ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku,
cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku,
berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.
Setelah selesai membaca doa ini kemudian sujud lagi seperti
halnya sujud yang pertama, Setelah selesai sujud yang kedua bangkit berdiri
lagi melanjutkan rokaat selanjutnya.
9.
Tasyahud
Awal

Bacaan sholat ketika sedang duduk tasyahud awal adalah
sebagai berikut:
At-tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu
lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh.
Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asy-hadu allaaa ilaaha
illallaah wa asy-hadu anna Muhammadarrosuulullaah. Allaahumma sholli ‘alaa
sayyidinaa Muhammad.
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan
bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahnya kupanjatkan kepadamu wahai nabi
Muhammad. Keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang sholih-sholih.
Aku bersaksi, bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi, bahwa nabi
Muhammad utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat kepada nabi Muhammad.”
Pada rokaat kedua, kalau sholat yang kita kerjakan adalah
sholat yang memiliki jumlah bilangan tiga rokaat atau empat rokaat, maka pada
rokaat kedua duduk untuk membaca tasyahud awal/tahiyyat awal. Cara duduknya
adalah kaki kanan tegak dan telapak kaki bagian kiri diduduki.
10.
Tasyahud
Akhir

Bacaan sholat ketika duduk tasyahud akhir adalah sebagai
berikut:
At-tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu
lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh.
Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asy-hadu allaaa ilaaha
illallaah wa asy-hadu anna Muhammadarrosuulullaah. Allaahumma sholli ‘alaa
sayyidinaa Muhammad,wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa shollaita ‘alaa
sayyidinaa Ibroohiim, wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibroohiim. Wabaarik ‘alaa
sayyidinaa Muhammad, wa’alaa aali sayyidinaa Muhammad. Kamaa Baarokta ‘alaa
sayyidinaa Ibroohiim, wa’alaa aali sayyidinaa Ibroohiim. Fil ‘aalamiina innaka
hamiidummajiid.
“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan
bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahnya kupanjatkan kepadamu wahai nabi
Muhammad. Keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang sholih-sholih.
Aku bersaksi, bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi, bahwa nabi
Muhammad utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat kepada nabi Muhammad dan
atas keluarga nabi Muhammad. Sebagaimana engkau beri rahmat nabi Ibrohim dan
keluarganya. Dan limpahilah berkah atas nabi Muhammad dan keluarganya.
Sebagaimana engkau berkahi nabi Ibrohim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta,
engkaulah yang terpuji dan mulia.”
Cara Duduk Tasyahud Akhir
·
Supaya pantat langsung duduk ke
lantai, kaki kiri dimasukkan pada bagian bawah kaki kanan.
·
Jari-jari kaki kanan tetap menekan
ke lantai, seperti sedang mancal.
11.
Salam
Setelah selesai membaca tasyahud akhir, kemudian salam untuk
mengakhiri sholat. Salam pertama dengan menengok kearah kanan dan membaca “Assalaamu’alaikum
warohmatullaah” (Keselamatan dan Rahmat Allah semoga tetap tercurahkan pada
kamu sekalian), kemudian salam kedua menengok kearah kiridan
membaca “Assalaamu’alaikum warohmatullaah”.
Salam yang dihukumi wajib adalah salam yang pertama,
sedangkan salam yang kedua hukumnya sunnah. Salam pertama ini juga sebagai
tanda bahwa sholatnya telah berakhir. Setelah salam, hendaknya membaca dzikir
setelah sholat terlebih dahulu. Setelah itu dilanjut dengan membaca doa setelah
sholat fardhu.
12. Wiridan
Untuk melengkapi sholat kita, alangkah lebih baiknya setelah
sholat melakukan wiridan dan do’a untuk memohon segala hal kepada Allah SWT
yang maha memiliki. Untuk wiridan akan dibahas lebih lanjut dalam artikel
selanjutnya.
Bacaan Doa Qunut

Apabila mengerjakan sholat subuh,
maka pada rokaat yang kedua membaca do'a qunut. Doa qunut dibaca setelah i’tidal
sebelum sujud. Doa qunut ini menurut Ulama’ Syafi’iyah hukumnya sama dengan
tasyahud awal, yaitu sunnah. Selain pada sholat subuh doa qunut juga
dibaca dalam sholat witr setelah pertengahan Ramadhan.
Dan kadang juga dibaca untuk menolak
balak/bencana, atau untuk mendoakan saudara-saudara muslim yang sedang mendapat
cobaan, doa qunut yang ini disebut doa qunut nazilah. Isi doanya tetap sama,
hanya sebab dan waktunya saja yang beda.
Demikian artikel ini saya buat, semoga dapat membantu kawan-kawan yang baru belajar sholat dan bagi para ustazd yg lebih faham, mohon koreksinya. Karena kesempurnaah hanya milik Allah..

Comments
Post a Comment